Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2015

Pada tulisan sebelumnya, saya membicarakan tentang betapa sulitnya hidup di dunia dengan pilihan pilihan yang sulit, yang malangnya bukan bertambah mudah dengan kemajuan zaman, malah jadi lebih susah.

Sekarang kita akan membahas tentang apa yang disebut kehendak bebas (free will),  tetapi bukan dari pengertian tentang apa itu kehendak bebas, cukuplah saya utarakan disini apa yang dikatakan oleh Imam Ali Zain Al Abidin ketika ditanya tentang apa itu Qada’ dan Qadar, beliau menjawab: Coba angkat satu kakimu sementara kamu berdiri, yang di ikuti oleh sahabatnya itu, lalu beliau berkata lagi, sekarang angkat kakimu yang satu lagi, yang kontan dijawab oleh sahabatnya bahwa dia tidak bisa. Nah itulah yang pertama disebut Qada’ (Freewill) dan yang kedua disebut Qadar (Predestinasi).

Ada ketetapan Tuhan yang tidak bisa kita ubah, misalnya kita tidak bisa mengubah tanggal lahir kita, walaupun tentunya kita bisa mengubah dokumen akta kelahiran atau ktp kita, tetapi tanggal lahir kita diluar kuasa kita untuk mengubahnya.

Yang ingin saya sampaikan adalah kita selalu punya pilihan dan selalu membuat pilihan dalam hidup ini, dan sebenarnya kita sudah punya moral kompas untuk membantu kita dalam menentukan pilihan yaitu cahaya ilahiah di dalam diri, dan selain itu di beri panutan juga dalam pribadi para nabi dan rasul.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Iklan

Read Full Post »

Seperti sudah pernah di bahas sebelumnya, kita tahu bahwa dunia ini penuh tipu daya, dan hidup di dunia yang penuh tipu daya ini tidaklah mudah, kalau kata sodara saya dahulu kala, “mau cari nafkah yang haram saja susah, apalagi yang halal”.

Hal ini benar adanya dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kemerosotan akhlaq hampir di seluruh penjuru dunia, betapa kita lihat semakin banyak orang pintar tetapi tambah sedikit orang bijak (mohon dicatat bahwa saya tidaklah pintar maupun bijak).

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, hidup menjadi lebih nyaman, tetapi ada masalah lain yang timbul adalah, makin banyaknya bayang bayang yang menghalangi kita untuk melihat hakikat dunia, sehingga bisa dibilang jika kehidupan ini adalah ujian, maka soalnya makin lama makin susah, mungkin orang orang dahulu yang lulus dengan nilai baik jika kembali lagi sekarang bisa bisa nggak lulus.

Kenapa bisa berkesimpulan begitu? Karena fakta sederhana yaitu pilihan yang makin banyak, yang artinya sama dengan godaaan yang makin banyak, yang kembali seperti kata sodara ane diatas, sudah nggak jelas lagi bedanya antara yang halal sama yang haram, antara yang baik dan yang buruk, atau seperti yang Al Imam Ali KW katakan bertahun tahun yang lalu:

“Apa yang hendak kukata tentang tempat yang awalnya kesukaran, akhirnya kefanaan, halalnya diperhitungkan dan haramnya diberi balasan. Orang yang berkecukupan di dalamnya akan difitnah dan yang ber kekurangan akan resah. Orang yang mengejarnya selalu luput, dan yang enggan terhadapnya, maka ia akan lulut. Orang yang bercermin padanya akan berpandangan dan yang memandanginya akan buta.”

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Sering kali timbul pertanyaan dalam hati, kenapa dengan kemajuan teknologi dan pembangunan, orang sekarang perilakunya tidak menjadi lebih baik, jika kita perhatikan kota kota besar Nusantara, kita akan dapati kebanyakan penduduk kota sudah tidak lagi peduli pada sesama, bahkan ada gerakan yang anti orang miskin, dimana pengemis dan gelandangan akan di usir dan di beri label sebagai manusia manusia malas, sementara mereka berbondong bondong menghabiskan uang mereka di mall mall belanja hal hal yang tidak mereka butuhkan, sungguh saya muak dengan “mereka yang masih bisa tertawa sementara korban merintih di kedua kakinya…”

Dulu ketika saya masih kecil dan tinggal di kota besar, saya dapati manusianya lebih toleran kepada sesama, sudah menjadi norma umum bahwa jika kita naik bis kota dan kita dapati ada wanita yang baru naik, maka para pria akan segera berdiri menyediakan tempat duduknya untuk kaum wanita, sementara jika kita sekarang naik bis kota atau bus way, kita akan dapati jika ada ibu ibu hamil gendong anak naik bus sementara bangku sudah penuh dan yang duduk adalah pemuda dan bapak bapak, semuanya akan cuek dan sebagiannya akan pura pura tidur.

Kenapa masyarakat di kota besar (terutama) menjadi semakin egois dan akhlaqnya jadi tambah buruk (buang sampah sembarangan, nggak mau antri, mudah marah, selalu terburu buru, sering mengeluh, malas kerja, suka bohong, nggak peduli sama orang, hasud, tamak, dan lain sebagainya)?

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Akhir akhir ini istilah CBHRM menjadi sering dibahas, tidak saja di kalangan HR professional, tetapi juga di khalayak umum, dan karena tidak ada satu pengertian yang baku, maka istilah kompetensi menjadi sangat lentur.

Menurut Wikipedia, kompetensi (HR) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.

Kebetulan di tempat saya kerja, ada pelatihan tentang kompetensi dan berikut ini yang saya tangkap dari pelatihan sehari tersebut…

Kompetensi adalah kualitas dasar atau karakter individu yang merupakan penyebab individu tersebut mampu mencapai performa yang superior.

Yang perlu diperhatikan adalah kata kualitas dasar (Underlying characteristic), maksud dari kata ini yaitu karakter dasar lah yang lebih penting, seperti bisa dilihat di gambar gunung es dibawah.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Beberapa hari yang lalu dapat text message tentang good governance prinsip yang berasal dari surat Imam Ali kepada Gubernur Mesir yang di tunjuk beliau. Berikut ini terjemahan bebasnya saya lampirkan karena saya pikir sangat bagus untuk dilewatkan, dan bisa jadi ini lah prinsip tentang good governance pertama kali di dunia.

Imam Ali a.s., khalifah ke empat, sepupu dan menantu Rasulullah SAW, menulis surat yang berisi panduan untuk Malik Al Asytar sebagai gubernur Mesir.  Beliau berkata bahwa sebagai gubernur, anda hanya akan sukses apabila mengelola pemerintahannya dengan memperhatikan prinsip keadilan, kesetaraan, kejujuran, dan kemamkmuran untuk semua rakyatnya.

Penggalan surat berikut ini menunjukkan betapa kata kata Imam Ali tidak lekang dimakan waktu. Surat ini sendiri terdapat di Nahjul Balagha, dan bisa di dapatkan di toko toko buku terdekat di kota anda.

Manifestasi Toleransi Beragama: Rakyat dalam kekuasaan mu akan terdiri dari dua macam, mereka yang se-agama dengan kamu, dimana mereka adalah saudara-mu, dan mereka yang tidak se-agama dengan kamu, dimana mereka adalah sama sama manusia yang sama seperti kamu. Dua duanya punya kelemahan seperti manusia pada umumnya, dimana mereka cenderung untuk berbuat dosa, terlibat dalam maksiat entah karena disengaja atau karena kebodohan dan ketidak tahuan bahwa akibat dari tindakan mereka sangat besar. Maka berikanlah kasih dan sayang mu untuk menyelamatkan mereka sama seperti kamu berharap rahmat dan ampunan Allah kepada mu.

Baca Tulisan Lengkapnya…

Read Full Post »

Sudah beberapa tahun ini seringkali mendengar kata talent, kata ini menjadi semacam mantra dari teman teman HRD untuk menjelaskan segala sesuatu, walaupun tentu saja levelnya masih sedikit dibawah kata leadership :).

Lalu sampai suatu ketika di akhir bulan Desember saya menemukan sebuah tulisan dari seseorang yang tidak boleh disebut namanya bahwa seseorang itu menjadi besar itu karena disiplin dan talent itu seringkali malah menjadi dalih untuk kegagalan, dimana ni orang mengutip buku ini. Hal ini lah yang membawa saya untuk membaca buku ini dan menyajikan ringkasannya sebatas pemahaman saya.

Awal buku ini di mulai tentang cerita di suatu sore di pertengahan tahun 1978, pada satu ruangan kerja di kantor pusat P&G di Cincinnati, ada 2 pemuda usia 22 tahun baru lulus kuliah yang kerja disana, duduk berseberangan dalam satu ruangan kecil, tugas mereka dalah membantu menjual snack cookies, tetapi mereka kebanyakan menghabiskan waktu untuk duduk di ruangan  mengetik memo internal mengikuti aturan perusahaan yang ketat. Mereka adalah pemuda yang cerdas, yang satu lulusan Harvard dan yang satu lagi dari Dartmouth, tetapi nggak cerdas cerdas amat hingga membedakan mereka dengan ratusan karyawan baru P&G yang lain. Yang membedakan mereka berdua dengan rekan rekannya adalah mereka nggak terlalu berambisi, dua duanya gak punya rencana karir atau target karir/jabatan. Tiap sore mereka main basket dengan kertas bekas dan keranjang sampah. Salah satu dari mereka di kemudian hari berkata “kami berdua di nobatkan menjadi 2 orang yang paling kecil kemungkinannya untuk sukses”.

Dua orang ini menarik perhatian kita sekarang adalah hanya karena satu hal: Mereka adalah Jeffrey Imelt dan Steven Ballmer, yang sebelum usia 50 tahun menjadi CEO dari salah satu perusahaan terbesar di dunia, yaitu General Electric dan Microsoft. Berlawanan dengan ekspektasi orang orang pada waktu mereka masih fresh graduate. Mereka mencapai puncak karir korporasi, dan pertanyaan utamanya adalah jelas, How?

Baca tulisan lengkapnya…

Read Full Post »