Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Sejarah’ Category

Timur tengah sekarang ini bagaikan sebuah bus yang turun dari puncak dengan rem blong. Kenapa begini? Sebagai contoh, Mesir sendiri saja membutuhkan 700 ribu lapangan pekerjaan baru tiap tahunnya untuk menyerap angkatan kerja baru bagi 98 juta populasi warganya. Lalu sekitar 30% dari warga negara mesir hidup dibawah garis kemiskinan (yakni dengan pendapatan lebih kecil dari 1 USD per hari).

Akar dari lingkaran setan yang mewabah sekarang di timur tengah ini sebenarnya sudah di tanam lebih dari 5 dasawarsa yang lalu. Belanja negara yang berlebihan tanpa memperhatikan pendapatan negara adalah katalis dari sistem insentif yang mengakibatkan ledakan populasi yang parah. Sistem pemerintahan yang dicita citakan untuk membantu mengentaskan kemiskinan malah menjadi mesin yang memproduksi kemiskinan, sungguh ironis!

Subsidi yang berlebihan membuat sumber daya tidak teralokasi dengan baik, dan dampak sampingannya mengaburkan biaya sebenarnya dari belanja rumah tangga (Lalu emang kenapa kalau begitu? Ini menyebabkan hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan pendapatan dan belanja rumah tangga menjadi pupus).

Para pemimpin negara di kawasan akhirnya dianggap jadi diktator yang jahat (Saddam, Assad, Sadat, Gaddafi, etc). Tetapi sekarang kita hendak melihat mereka mungkin lebih sebagai ekonom yang buruk, yang mengabaikan resiko yang akan terjadi di masa depan akibat kebijakan mereka di masa kini.

Baca tulisan lengkapnya…

Read Full Post »

Beberapa hari yang lalu dapat text message tentang good governance prinsip yang berasal dari surat Imam Ali kepada Gubernur Mesir yang di tunjuk beliau. Berikut ini terjemahan bebasnya saya lampirkan karena saya pikir sangat bagus untuk dilewatkan, dan bisa jadi ini lah prinsip tentang good governance pertama kali di dunia.

Imam Ali a.s., khalifah ke empat, sepupu dan menantu Rasulullah SAW, menulis surat yang berisi panduan untuk Malik Al Asytar sebagai gubernur Mesir.  Beliau berkata bahwa sebagai gubernur, anda hanya akan sukses apabila mengelola pemerintahannya dengan memperhatikan prinsip keadilan, kesetaraan, kejujuran, dan kemamkmuran untuk semua rakyatnya.

Penggalan surat berikut ini menunjukkan betapa kata kata Imam Ali tidak lekang dimakan waktu. Surat ini sendiri terdapat di Nahjul Balagha, dan bisa di dapatkan di toko toko buku terdekat di kota anda.

Manifestasi Toleransi Beragama: Rakyat dalam kekuasaan mu akan terdiri dari dua macam, mereka yang se-agama dengan kamu, dimana mereka adalah saudara-mu, dan mereka yang tidak se-agama dengan kamu, dimana mereka adalah sama sama manusia yang sama seperti kamu. Dua duanya punya kelemahan seperti manusia pada umumnya, dimana mereka cenderung untuk berbuat dosa, terlibat dalam maksiat entah karena disengaja atau karena kebodohan dan ketidak tahuan bahwa akibat dari tindakan mereka sangat besar. Maka berikanlah kasih dan sayang mu untuk menyelamatkan mereka sama seperti kamu berharap rahmat dan ampunan Allah kepada mu.

Baca Tulisan Lengkapnya…

Read Full Post »

Ketika dokter Zakir Naik berbicara kepada public di Peace TV, “Yazid, radiyalluhanhu”, memang itu yang dia maksudkan, apa yang ada di bawah sadarnya dia tunjukkan kepada khalayak. Dalam ceramah ceramahnya, dia mengecam orang orang yang menurutnya adalah “peyembah kubur” dan “ahli bid’ah”, walaupun dia sangat tahu bahwa nggak ada orang Islam yang menyembah kubur atau pun meminta kepada mayit, lalu apa metoda dakwah seperti ini dimana si da’i mendistorsi fakta dan keyakinan kelompok lain karena motif motif motif politik dan kebencian?

Lulusan dari sekolah Ibn Taymiyah dan ibn Abdul Wahab telah mengakibatkan kerusakan di dunia ini, dengan aksi aksi terorisme yang mengorbankan banyak pihak yang tidak berdosa, termasuk perempuan dan anak anak, dengan mengatasnamakan Islam dan Jihad. Dan hampir tidak terdengar suara dari para da’I yang biasanya vokal ini, tentang aksi aksi teroris seperti misalnya bom bali, 9/11, dan bom bom tiap hari di Irak, hanya karena yang terbantai bukan dari harokah mereka, yang kita dengar paling paling hanya pernyataan pernyataan setengah hati, cari muka, atau malah dukungan terang terangan kepada para teroris. Apa ini perilaku ulama yang Islam ajarkan? Sungguh sedih melihat kebencian kepada Islam sekarang ini salah satu penyebabnya adalah perilaku sebagian ummatnya yang merusak nama Islam sendiri.

dr. Zakir Naik

Ketika dr. Naik berkata bahwa tragedi Karbala adalah perang dengan motif politik dan bukan berdasarkan motif agama dan contoh dari Rasulullah SAAW (secara spesifik, dia bilang ”Political War”), dia membebaskan pemimpinnya Yazid ibn Muawiyah dari kekejaman dan pembantaian yang dilakukan oleh pasukannya atas orang orang terbaik, keluarga dari insan terbaik. Dan jika terlepas perhatian dari da’i ini bahwa lebih dari 500 ayat di Qur’an menentang segala jenis penindasan, maka da’i ini sudah menyebarkan informasi yang tidak tepat tentang Qur’an dan Islam.

Baca tulisan selengkapnya…

Read Full Post »

Abu Hamid Ghazali adalah seorang tokoh besar di dunia Islam yang sangat terkenal dengan karya terkenalnya Ihya Ulumuddin, dia juga tokoh yang membuat aliran sufi dalam Islam dipetakan secara sistematis.

Beliau lahir di propinsi yang sekarang dinamakan Khurasan di Iran, di kota Tus, sekitar 22 kilometer dari kota Masyhad, pada tahun 1058 Masehi, dan tinggal di kota Tus sampai usia remaja.

Salah satu karya terkenal dari beliau adalah Tahafut al falasifah, yang merupakan salah satu karya filsafat dunia Islam yang sering dijadikan rujukan. Tahafut al Falasifah berisikan 20 poin bantahan yang mengkritik para filsuf pada masa itu, yang kebanyakan mengadopsi filsafat Yunani dengan tokohnya Ibnu Sina [980-1037M] dan Al Farabi [872-950M].

Dalam 20 Bab di Tahafut, beliau mengatakan bahwa para filsuf telah melakukan Bid’ah dalam 17 bab dan dalam 3 bab lainnya beliau menuduh para filsuf telah sesat [kufur] dalam keyakinan mereka.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Nama Rachel Corrie kembali bergaung, kali ini walaupun dia telah pergi meninggalkan kita, dia tetap akan kembali mengunjungi Palestina, walaupun dalam bentuk lain.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Setelah kasus penyerbuan Israel ke kapal pembawa bantuan kemanusiaan baru baru ini, jadi ingat tentang email yang didapat dari teman pada waktu serangan Israel ke Lebanon tahun 2006 kemarin.

Intinya adalah bagaimana suatu negara mendidik dan menyiapkan generasi mudanya untuk menjadi manusia yang rasialis, yang tidak memiliki rasa kemanusiaan dan membunuh hati nurani anak anak kecil bahkan sebelum mereka tumbuh. Kalau sudah begini, siapa yang salah?

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Seorang penulis dari Amerika yang namanya nggak terlalu terkenal sehingga ga penting buat disebut disini pernah berujar tentang peran serta negaranya dalam menyebarkan demokrasi di dunia (ketiga):

Musuh kita bukan yang ada di seberang perbatasan, tapi musuh utama dari kemanusiaan sekarang ini adalah kemiskinan, ketidakadilan, dan kebodohan.

Setelah perang dunia ke 2, Amerika telah banyak sekali campur tangan dalam menyebarkan demokrasi dan misi perdamaian, sehingga oleh salah satu tim sukses presiden RI disebut bahwa sangat banyak jasanya Amerika bagi Indonesia. Walaupun ada juga sih yang bilang tujuan utama amerika dalam campur tangannya di Negara lain itu adalah:

  • Melindungi kepentingan perusahaan perusahaan besar Amerika yang beroperasi di daerah itu.
  • Menghalangi munculnya kekuatan alternatif yang bisa mengalahkan hegemoni sistem kapitalis.
  • Menambah dan memantapkan diri sebagai super power.

Berikut ini adalah sebagian dari peran serta Amerika:

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Source: Paradigma Kaum Tertindas

Hijrah bukanlah sekedar suatu peristiwa sejarah, bukanlah sekedar perpindahan sejumlah sahabat dari Mekkah ke Abissinia maupun ke Madinah atas perintah Rasul.

Janganlah dianggap sama dengan perpindahan sekelompok masyarakat primitive atau berperadaban rendah dari suatu tempat ke tempat lain.

Hijrah adalah suatu konsep yang sangat luhur dan merupakan konsep yang sama sekali baru, jadi bukan hanya sekedar suatu peristiwa sejarah yang sederhana. Bahkan para filsuf sejarah belum memberikan perhatian yang cukup atas masalah hijrah ini, walaupun selama ini hijrah merupakan faktor utama kebangkitan peradaban sepanjang zaman.

Dalam sejarah kita mengenal banyak peradaban, dan semuanya terlahir dari peristiwa hijrah. Sebaliknya tidak pernah dicatat dalam sejarah ada suatu suku bangsa yang berkembang tanpa terlebih dahulu harus meninggalkan tanah asalnya dan berhijrah. Dan Al-Qur’an menyebutkan perintah tentang hijrah dalam banyak sekali kesempatan menunjukkan betapa pentingnya konsep ini.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS 9:128)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS 21:107)

Mentari Pagi Menyinari Bumi

… Sekitar 2000 tahun yang lalu, di sebuah negeri di tepian laut tengah, kita mendengar orang orang menyebutnya Nazareth, kita melihat orang orang memalingkan muka mereka ke sebuah siluet kecil di kaki bukit. Seorang laki laki kurus, beramput ikal panjang, dan bersandal jepit bergegas turun dari bukit. Orang orang yang berkumpul berdesak desakan mengelilinginya. Ia memandang mereka dengan penuh kasih, seraya bersabda:

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. (Lukas 6: 20-25)”

Lelaki kurus itu dipanggil Yesus oleh para pengikutnya. Al-Qur’an menyapanya dengan mesra:

“Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi berakhlak rendah.

Dan kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali”.

(QS 19:30-33)”

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Mencari Habib Sejati

Source: http://majalah.tempointeraktif.com/

Sejumlah kata mengalami inflasi makna. Habib adalah salah satunya. Sekarang ini setiap orang keturunan Arab seakan-akan berhak menyandang gelar habib itu.

Dari mana habib berasal? Tentu dari bahasa Arab. Hubb, ahabbah—yuhibbu—hubban, menurut Kamus Arab-Inggris- Indonesia terbitan Al-Maarif, Bandung (1983), berarti cinta atau mencintai. Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (2005) mengartikan habib sebagai yang dicintai atau kekasih. Bisa juga panggilan kepada orang Arab yang artinya tuan atau panggilan kepada orang yang bergelar sayid.

Sayid berasal dari saadah, ya siidu, siyadah yang berarti pimpinan atau ketua yang melayani (ummat). Kamus Besar mengartikan sayid sebagai tuan atau sebutan untuk keturunan Nabi Muhammad. Kamus Besar memperjelas kata itu dengan sayidani yang berarti tuan yang dua— sebutan untuk dua cucu Nabi, yaitu Hassan dan Hussein.

Berkaitan dengan dua kata tadi, ada kata syarif yang berarti orang yang mulia. Kata ini juga berarti bangsawan, sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad yang langsung dari garis Hussein. Yang perempuan disebut syarifah.

Dengan begitu, habib disematkan sebagai bentuk kecintaan umat terhadap guru yang mengajarkan kebaikan dan akhlak. Ini sama dengan gelar kiai atau ajengan di Jawa.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Spesial Untuk Hal Ion

Source: (Terjemahan bebas, mengarah ke rangkuman bebas *banget* dari Ceramah Syahid Murtada Muthahhari, yang telah di terjemahkan dari bahasa Persia ke bahasa Inggris oleh Ali Quli Qara’i tahun 1996)

Bismillahhirrahmanirrahim.

Alhamdulillahhirobbal ‘alamin, segala puji hanya bagi Allah Tuhan segala makhluk, dan shalawat dan salam bagi Rasulullah SAAW.

Aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk.

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS 5: 13)

Diskusi kita kali ini berkenaan dengan penggambaran yang keliru (tahrifat) tentang even sejarah dari Karbala. Telah terjadi banyak sekali penyimpangan tentang detail sejarah dari peristiwa besar ini. Kita akan membagi diskusi kita ini menjadi empat bagian. Bagian pertama ini akan membahas tentang arti dari tahrif dan berbagai macam jenisnya, dengan menunjukkan juga bahwa hal ini terjadi pada cerita cerita popular di kalangan masyarakat tentang Asyura.

Bagian kedua akan membahas faktor faktor umum pemicu tahrif. Kenapa manusia melakukan pengaburan dan penyimpangan kejadian, dan terkadang karakter tokoh sejarah? Dan secara khusus, faktor apa yang berperan dalam distorsi episode Karbala?

Bagian ketiga terdiri dari penjelasan tentang distorsi yang telah menyatu dengan even sejarah ini, sementara bagian keempat membahas tugas kita, yaitu Ummat Islam dan para Ulamanya dalam menghadapi hal ini. Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »