Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2009

Ini sebenernya sudah sering di muat dibanyak tempat, tapi saya perhatikan masih banyak sekali di lingkungan saya ketika berkomunikasi terdapat banyak bentuk bentuk kesalahan berpikir, kalau bahasa “gaulnya”, Kelompok Sesat Pikir [Thanks to Ngawang].

Nah, untuk menghindari jangan sampai kita termasuk kedalam kelompok ini, bersama ini saya lampirkan bentuk bentuk kesalahan berpikir yang umum terjadi ketika berargumentasi.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Source: Paradigma Kaum Tertindas

Hijrah bukanlah sekedar suatu peristiwa sejarah, bukanlah sekedar perpindahan sejumlah sahabat dari Mekkah ke Abissinia maupun ke Madinah atas perintah Rasul.

Janganlah dianggap sama dengan perpindahan sekelompok masyarakat primitive atau berperadaban rendah dari suatu tempat ke tempat lain.

Hijrah adalah suatu konsep yang sangat luhur dan merupakan konsep yang sama sekali baru, jadi bukan hanya sekedar suatu peristiwa sejarah yang sederhana. Bahkan para filsuf sejarah belum memberikan perhatian yang cukup atas masalah hijrah ini, walaupun selama ini hijrah merupakan faktor utama kebangkitan peradaban sepanjang zaman.

Dalam sejarah kita mengenal banyak peradaban, dan semuanya terlahir dari peristiwa hijrah. Sebaliknya tidak pernah dicatat dalam sejarah ada suatu suku bangsa yang berkembang tanpa terlebih dahulu harus meninggalkan tanah asalnya dan berhijrah. Dan Al-Qur’an menyebutkan perintah tentang hijrah dalam banyak sekali kesempatan menunjukkan betapa pentingnya konsep ini.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Aku Takut Pada Zaman…

Dapet SMS dari pengusaha PJTKI di daerah Tebet…

Aku Takut Pada Zaman
Rodanya Menggilas Iman

Idealisme Tinggal Pemikiran
Yang Tak Berbekas Dalam Perbuatan

Banyak Orang Baik Tapi Tak Berakal
Ada Orang Berakal Tapi Tak Beriman

Ada Lidah Fasih Tapi Berhati Lalai
Ada Yang Khusyu’ Namun Sibuk dalam Kesendirian.

Ada Ahli Ibadah Tapi Mewarisi Kesombongan Iblis
Ada Ahli Maksiat Rendah Hati Bagai Sufi

Ada Yang Banyak Tertawa Hingga Hatinya Berkarat
Ada Yang Banyak Menangis Karena Kufur Nikmat

Ada Yang Murah Senyum Tapi Hatinya Mengumpat
Ada Yang Berhati Tulus Tapi Wajah Menyungut

Ada Yang Berlisan Bijak Tapi Tidak Memberikan Teladan
Banyak Pelacur Yang Tampil Jadi Figur

Ada Orang Punya Ilmu Tapi Tidak Faham
Ada Yang Faham Tapi Tidak Menjlalankan

Ada Yang Pintar Membodohi
Ada Yang Bodoh Tak Tahu Diri

Ada Orang Beragama Tapi Tak Berakhlak
Ada Yang Berakhlak Tapi Tak BerTuhan.

Lalu, diantara kesemua itu, dimanakah Aku???

Read Full Post »

Habis baca ceramah salah satu tokoh favorit, jadi pengen berbagi, biar tambah céket gitu loh. Topik yang dibahas kali ini sangat spesifik, yang berangkat dari premis bahwa Islam seringkali disalah pahami dan tujuan kita kali ini adalah untuk meluruskan kesalah-pahaman ini, dan juga agar pembahasannya tidak melebar kemana mana.

Maka dari itu, mohon dicamkan subjek bahasan kita kali ini adalah bagaimana menjawab satu pertanyaan singkat, “Darimana kita harus memulai?”, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sederhana, fundamental dan bersifat universal.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin (QS 9:128)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS 21:107)

Mentari Pagi Menyinari Bumi

… Sekitar 2000 tahun yang lalu, di sebuah negeri di tepian laut tengah, kita mendengar orang orang menyebutnya Nazareth, kita melihat orang orang memalingkan muka mereka ke sebuah siluet kecil di kaki bukit. Seorang laki laki kurus, beramput ikal panjang, dan bersandal jepit bergegas turun dari bukit. Orang orang yang berkumpul berdesak desakan mengelilinginya. Ia memandang mereka dengan penuh kasih, seraya bersabda:

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. (Lukas 6: 20-25)”

Lelaki kurus itu dipanggil Yesus oleh para pengikutnya. Al-Qur’an menyapanya dengan mesra:

“Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi berakhlak rendah.

Dan kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan kembali”.

(QS 19:30-33)”

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Mencari Habib Sejati

Source: http://majalah.tempointeraktif.com/

Sejumlah kata mengalami inflasi makna. Habib adalah salah satunya. Sekarang ini setiap orang keturunan Arab seakan-akan berhak menyandang gelar habib itu.

Dari mana habib berasal? Tentu dari bahasa Arab. Hubb, ahabbah—yuhibbu—hubban, menurut Kamus Arab-Inggris- Indonesia terbitan Al-Maarif, Bandung (1983), berarti cinta atau mencintai. Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka (2005) mengartikan habib sebagai yang dicintai atau kekasih. Bisa juga panggilan kepada orang Arab yang artinya tuan atau panggilan kepada orang yang bergelar sayid.

Sayid berasal dari saadah, ya siidu, siyadah yang berarti pimpinan atau ketua yang melayani (ummat). Kamus Besar mengartikan sayid sebagai tuan atau sebutan untuk keturunan Nabi Muhammad. Kamus Besar memperjelas kata itu dengan sayidani yang berarti tuan yang dua— sebutan untuk dua cucu Nabi, yaitu Hassan dan Hussein.

Berkaitan dengan dua kata tadi, ada kata syarif yang berarti orang yang mulia. Kata ini juga berarti bangsawan, sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad yang langsung dari garis Hussein. Yang perempuan disebut syarifah.

Dengan begitu, habib disematkan sebagai bentuk kecintaan umat terhadap guru yang mengajarkan kebaikan dan akhlak. Ini sama dengan gelar kiai atau ajengan di Jawa.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Sejak awalnya, pada agama Nasrani, telah dimulai pembahasan tentang peran akal berkaitan dengan Iman dan isu isu agama lainnya, utamanya bukan tentang apakah kita bisa menggunakan akal untuk memahami ajaran ajaran agama. Isu utama disini adalah apakah Iman memerlukan justifikasi rasional atau tidak. Apakah dengan menjadi Islam, Nasrani, atau Yahudi, anda harus bisa menjelaskan iman anda dengan rasional? Ataukah anda hanya perlu mengatakan saya menikmati Iman saya, hal ini memberikan saya kepuasan dalam hidup atau semacam itu.

Faith and ReasonDalam banyak literatur tentang hal ini, yang paling sering dikutip adalah St. Paul, dia kurang konsisten dalam berpendapat, disatu pihak dia berkata bahwa mereka yang tidak beriman memiliki kemampuan untuk memahami bahwa iman kristiani adalah yang benar. Dia menganggap bahwa semua yang menggunakan kemampuan akalnya dengan benar akan sampai pada kesimpulan yang sama dengannya. Tapi di sisi lain, dia juga berpendapat bahwa iman kristiani tidak sepenuhnya bisa dipahami dengan baik untuk mereka yang mengagungkan akal dan argumentasi rasional.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

Older Posts »