Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Ekonomi & Politik’

Timur tengah sekarang ini bagaikan sebuah bus yang turun dari puncak dengan rem blong. Kenapa begini? Sebagai contoh, Mesir sendiri saja membutuhkan 700 ribu lapangan pekerjaan baru tiap tahunnya untuk menyerap angkatan kerja baru bagi 98 juta populasi warganya. Lalu sekitar 30% dari warga negara mesir hidup dibawah garis kemiskinan (yakni dengan pendapatan lebih kecil dari 1 USD per hari).

Akar dari lingkaran setan yang mewabah sekarang di timur tengah ini sebenarnya sudah di tanam lebih dari 5 dasawarsa yang lalu. Belanja negara yang berlebihan tanpa memperhatikan pendapatan negara adalah katalis dari sistem insentif yang mengakibatkan ledakan populasi yang parah. Sistem pemerintahan yang dicita citakan untuk membantu mengentaskan kemiskinan malah menjadi mesin yang memproduksi kemiskinan, sungguh ironis!

Subsidi yang berlebihan membuat sumber daya tidak teralokasi dengan baik, dan dampak sampingannya mengaburkan biaya sebenarnya dari belanja rumah tangga (Lalu emang kenapa kalau begitu? Ini menyebabkan hubungan antara jumlah anggota keluarga dengan pendapatan dan belanja rumah tangga menjadi pupus).

Para pemimpin negara di kawasan akhirnya dianggap jadi diktator yang jahat (Saddam, Assad, Sadat, Gaddafi, etc). Tetapi sekarang kita hendak melihat mereka mungkin lebih sebagai ekonom yang buruk, yang mengabaikan resiko yang akan terjadi di masa depan akibat kebijakan mereka di masa kini.

Baca tulisan lengkapnya…

Read Full Post »

Dapat artikel ini sudah beberapa tahun, dan memang 4 tahun terakhir tidak ada yang di posting sama sekali semenjak komputer di rumah wafat. Semoga berkenan…

Ketika sang ibu, yang boleh jadi simbol Bundo Kanduang, melepas anaknya, Malin, pergi merantau, bukan sekadar karena ia ingin anaknya itu menjadi kaya raya ketika kembali. Karena ternyata
kekayaan telah membuatnya lupa, membuka luka pada rahim yang melahirkannya, hingga membuatnya terkutuk menjadi arca.

Pada masa lalu, tradisi merantau negeri Minang ini lebih dibumbui oleh etos dan semangat mencari ilmu. Sebagaimana ada dalam mitologi Datuk Perpatih nan Sabatang, yang konon mengembara hingga Yunani, berguru pada Aristoteles, bahkan menjadi salah satu anggota think tank-nya Aleksander Agung.
Dari semangat dan etos itulah kemudian pulang para “Malin” yang kaya ilmu kaya budaya. Seperti Sjahrir dan Hatta yang negarawan besar, Tan Malaka yang pejuang besar, Chairil Anwar dan Mohammad Yamin yang
sastrawan besar, atau Hamka yang ulama besar. Bukan emas dan uang yang mereka bawa pulang, melainkan karya dan nama besar yang mereka berikan pada Bundo Kanduang.
Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »

ngerapiin melbox, baca imel lama dari Bpk Robert

Piramid Kapitalisme

Piramid Kapitalisme

“Kite pan deh pade dikasi tau kalo kapitalisme itu bukan hanya sekedar cara yang paling baik buat ngatur ekonomi, tapi sekarang itu bukan lagi salah sat jalan, tapi satu satunya jalan. Kite diajarin kalo ada yang menentang kapitalisme itu kemungkinannya cuman dua, itu orang bego atau orang gila, jadinya ye mesti di cuekin. Jadi ga perlu lagi dah dijawab, gak penting banget soalnya sih. Iye gak sih?!.”

Kok bisa kita berpendapat seperti ini? Karena kita telah di doktrin dari kecil di pendidikan dan di pekerjaan kita oleh mereka yang paling diuntungkan oleh klaim ini, terutama dari dunia bisnis dan para punggawa punggawanya, entah di media, universitas, sekolah, maupun di pemerintahan. Kapitalisme bukan lagi suatu pilihan, tapi telah menjadi hukum alam, jadi kalau anda mencoba menentang Kapitalisme sekarang ini, sama seperti anda menentang penggunaan Air untuk kehidupan, alias gila.

Baca Tulisan Selengkapnya…

Read Full Post »